Tunjukilah Kami Jalan yang Lurus
Setiap hari kita membaca Al Fatihah kan ya, terutama setiap sholat. Inti dari Al Quran kan ada di surat Al Fatihah yang berisi aspek-aspek penting dari dasar keimanan kepada Allah SWT. Jadi wajar kalau Al Fatihah ada di sholat dan menjadi bagian yang wajib harus dilakukan, maksudnya dibaca.
Ketika kita sholat, kita mengatakan “Tunjukilah kami jalan yang lurus”. Berarti kan kita meminta kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya meminta untuk ditunjukkan jalan yang lurus … lurus menurut Allah SWT, bukan menurut kita. Tapi ya tergantung sholatnya konsentrasi atau tidak.
Nah, ketika kita meminta kepada Allah SWT untuk ditunjukkan jalan yang lurus, berarti kan kita meminta Allah SWT membukakan kesempatan untuk kita “mengambil” jalan yang lurus itu. Kita lihat, Islam sudah turun dan sudah lengkap. Al Quran sudah begitu lengkap, semua dibahas di Al Quran. Berarti kan Allah SWT sudah membukakan kesempatan kepada kita untuk “mengambil” jalan lurus yang kita minta. Allah SWT sudah tunjukkan “bahan dasarnya”, yaitu Islam dengan Al Quran dan hadits sebagai petunjuk. Dengan demikian, jika memang kita serius ingin ditunjuki jalan yang lurus oleh Allah SWT, maka kita seharusnya mempelajari Islam dengan dedikasi. Seharusnya sih kita jadi “kutu buku-kutu buku” Islam, seharusnya sih kita jadi para pembelajar Quran, seharusnya sih kita jadi maniak belajar Islam, seharusnya sih kita jadi pemikir-pemikir Al Quran dan hadits. Jadi bukan hanya baca novel, textbook, majalah, komik, dan lain-lain. Bukannya gak boleh, mangga saja .. tapi berapa banyak waktu yang kita sediakan untuk mempelajari Islam setiap harinya ??
Dan di Al Quran kan banyak keutamaan untuk mencari ilmu, ayat pertama yang turun saja mengatakan “Bacalah !!”, pakai tanda seru pula. Kenapa pake tanda seru, karena waktu ayat itu turun, situasinya tegang antara Rasulullah dan malaikat jibril, jadi ada penekanan pada perintah “Bacalah”. Kira-kira kan intinya “Bacalah dengan nama tuhanmu”. Dan masih banyak Allah SWT singgung tentang pentingnya belajar dan berpikir, lihat saja ayat-ayat yang menggunakan kata-kata “orang-orang yang berakal”, atau “maka apakah kamu tidak berpikir”, dan lain-lain banyak. Nah, berarti belajar dan berpikir itu kan wajib ya, karena memang penting. Berarti, kalau kita minta ditunjukkan jalan yang lurus ketika kita sholat, maka muncul kewajiban bagi kita untuk mempelajari Islam … dan dengan dedikasi tentunya. Karena jelas Allah SWT katakan “Bacalah dengan nama tuhanmu yang menciptakan”, berarti semua pembelajaran dan pemikiran kita harus semata-mata karena perintah Allah SWT. Dedikasi hanya bisa muncul dari perbuatan yang dilakukan hanya semata-mata karena perintah Allah SWT, bukan dari motivasi lain. Kalau ada motivasi lain, itu dedikasi semu yang lahir dari budaya.
Nah, jadi tanyakan pada diri kita, sudahkah kita mempelajari Islam dengan dedikasi ? Atau kita hanya meluangkan waktu untuk menyibukkan diri pada urusan-urusan lain saja ? Atau kita memang malas tapi dengan dalih “sibuk euy” ?