Share Tapi Bukan Saham

Ungkapan pemikiran saja

Untuk Apa Kita Menikah ?

leave a comment »

Saya baru ingat kalau hari ini salah satu teman kuliah saya akan menikah. Ingat ingat masalah nikah, siapa yang gak mau nikah coba ? Kalau ada yang gak mau berarti gak normal hehe … karena nikah mah wajib hukumnya jika sudah mampu. Nah, pertanyaannya untuk apa kita menikah ? Atas dasar apa kita menikah ?

Manusia kan tugasnya ibadah ya, sedangkan ibadah adalah segala perbuatan yang dilakukan hanya semata-mata karena perintah Allah SWT tanpa pamrih apapun. Pertanyaan, sudahkah kita menikah karena perintah Allah SWT ? Atau karena motivasi lain ? Motivasi yang secara tidak sadar kita lakukan dan berkamuflase menjadi “katanya ibadah”. Atau apakah memang secara jelas niat kita bukan untuk ibadah ?

Misal, umur kita udah 25 tahun nih atau lebih dari itu, trus kita belum nikah. Merasa gelisah gak kita ? Kalau kita merasa gelisah berarti ada yang salah. Kenapa salah ? Karena gelisah berarti ketidakyakinan kita kepada Allah SWT. Kok bisa ya ? Coba kita pikir, yang mengatur jodoh kan Allah SWT ya, yakin gak kita kalau jodoh itu sudah ada yang mengatur ? Kalau kita benar-benar yakin, insyaAllah gak akan gelisah atau khawatir. Kalau masih gelisah … nah, tanyakan lagi kepada diri kita sendiri … apakah memang benar kita menuhankan Allah SWT ? Atau untuk masalah jodoh tuhan kita berubah bukan lagi Allah SWT ?

Misal, sudah umur 25 ke atas, belum nikah, gelisah pula. Terus biasanya kan diomongin orang tua tuh “Hayu atuh nikah … ketuaan lho”, atau teman-teman kita sudah pada nikah semua, malah sudah punya anak …. ditambah lagi mereka bilang begini “Buruan nikah, nikah tuh enak lho”. Nah, kalau kita menuhankan Allah SWT, sikap kita harusnya lempeng saja gak ada beban. Tapi kan biasanya kebalikannya ya, yang kayak begini nih malah jadi beban, akhirnya kita termakan pikiran kita sendiri. Akhirnya kita sibuk mikirin cari jodoh … dapat .. trus nikah secepatnya hehehe. Nah, pertanyaan, apakah nikah kita itu adalah ibadah ? Apakah nikah kita itu benar-benar dilandasi dengan kesadaran penuh bahwa tuhan kita adalah Allah SWT yang mengatur semuanya, termasuk mengurus jodoh kita ? Kalau landasan kita memang ibadah, kenapa gelisah ? Kenapa omongan orang lain atau omongan orang tua dijadikan beban ? Kenapa karena omongan orang lain kita tambah gelisah dan ingin cepat-cepat nikah ? Terutama perempuan, wah pasti dijadikan masalah besar kalau umur 25 saja belum nikah, apalagi lebih tua dari itu .. repot lah, riweuh. Apalagi kalau orang tua sudah bilang begini “Mama mau kenalin kamu sama anaknya temen mama, dia baik, sudah mapan pula” .. nah lho, jodoh-jodohan dah jadinya … tambah riweuh.

Kata Allah SWT kan “Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu”. Nah, dimana kesabaran kita ?  …… “Ah saya mah sabar .. bener .. ” … tapi sambil mengelus-elus dada dan penuh kegelisahan hehehe. Sabar memang, tapi muncul dari ketidakberdayaan, ketidakberdayaan kita mengendalikan pikiran kita sendiri, ketidakberdayaan kita yang tidak mampu meneguhkan keyakinan kita pada Allah SWT yang Maha mengatur jodoh. Sabar yang muncul dari ketidakberdayaan mah bukan sabar, tapi knocked out alias K.O. Dan kita tidak sadar melakukan ini, karena ini sudah menjadi budaya. Pertanyaan, agama mana yang kita pilih ? Budaya atau Islam ?

Pernah kah kita berpikir bahwa yang namanya istri itu adalah ujian ? Pernah tidak kepikiran bahwa mungkin saja kita belum siap menerima ujian berupa istri karena hal-hal yang hanya Allah SWT saja yang tahu. Mungkin saja kan Allah SWT ingin kita lebih baik lagi dalam beribadah, baru Allah SWT akan berikan ujian berupa istri. Mungkin saja kan Allah SWT ingin kita melakukan beberapa hal dulu sebelum Dia berikan kita ujian berupa istri. Kemungkinannya itu banyak, dan hanya Allah SWT saja yang tau kapan kita siap dan dalam keadaan apa kita siap.

Kan enak tuh kalau kita serahkan semuanya ke Allah SWT. Eh, tau-tau dapat teman baru …. eh, tau-tau jadi dekat …. ehh, tau-tau jatuh cinta ….. eeehhh, tau-tau jadi aja ….. eeehh, tau-tau nikah …. eehh … eehh …. hehehe ..

Jadi pertanyaannya, ketika kita menikah, siapa tuhan kita ?? Allah SWT ? atau budaya ?

Written by luftix

July 20, 2009 at 12:22 am

Posted in Pemikiran Saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.