Agama oh Agama …
Siapa yang tidak beragama ? Kalau ada yang mengaku tidak beragama, berarti dia bohong .. kelitikin !! hahaha. Ya, memang tidak ada orang yang tidak beragama, seperti halnya tidak ada orang yang atheis.
Agama adalah Aturan GAwe MAnusia. Jadi agama mengatur setiap pemikiran, perbuatan, dan perasaan seorang manusia selama dia hidup. Jadi agama bukan hanya dalam arti agama-agama yang kita kenal seperti Islam, Kristen, Yahudi, Budha, Hindu, dan lain-lain. Agama bisa berupa apa saja yang sifatnya mengatur dan kita jadikan landasan dalam berpikir dan berbuat. Pertanyaannya, agama apakah yang kita pilih ? Dan apakah setiap waktu dalam hidup kita memegang satu agama, atau malah banyak agama ?
Misalnya begini, tentang marah. Allah SWT tidak mengajarkan kita untuk marah, tetapi budaya kita mengatakan marah itu sehat karena menyalurkan emosi. Malah menyalurkan emosi untuk marah itu sangat dianjurkan. Nah, pada saat kita emosi seperti itu, apa agama kita ? Apakah budaya atau Islam ? Mana yang kita ikuti, budaya atau Allah SWT ?
Atau begini, tentang uang. Kata Allah SWT, uang adalah ujian, jadi kita tidak pantas minta diberi uang apalagi banyak, karena sama saja kita minta diuji, jadi kita menantang Allah SWT. Padahal hanya Allah SWT yang berhak menentukan apakah kita akan diuji dengan uang atau tidak, dan kalaupun iya, seberapa banyak ujiannya. Tapi, menurut budaya kita, uang itu penting. Karena memang uang bukan segala sih, tapi segalanya bisa selesai dengan uang. Nah, pertanyaanya, mana yang kita ikuti, kata Allah SWT apa kata budaya ? Indikatornya jelas dan mudah, kalau kita pilih ikut aturan budaya, maka kita akan menjadikan uang sebagai tujuan, kalau bisa dapat uang banyak gak habis sampai 7 turunan. Jadi apapun yang kita kerjakan itu karena untuk mendapatkan uang, jadilah kita para pengejar uang dan kita akan selalu mengklaim uang yang kita punya sebagai milik kita dan kita rela uang itu habis atau hilang. Tapi kalau kita pilih aturan Allah SWT, kita tidak akan memikirkan uang, kita akan selalu bekerja maksimal karena motivasinya adalah Allah SWT. Dan ketika punya uang, kita tidak akan pelit. Dan ketika kehilangan uang, kita tidak akan bingung, marah, sedih, atau sejenisnya karena kita tidak pernah mengklaim uang itu milik kita, tapi milik Allah SWT. Dengan demikian kita akan selalu membelanjakan uang kita dengan penuh tanggung jawab kepada Allah SWT. Jadi pertanyaannya, ketika kita bekerja, agama kita budaya atau Islam ?
Nah, jadi pertanyaannya … apa agama yang kita pilih ? Silahkan pilih … silahkan pilih …………
Luf, gw pengen nanggapin soal marah, marah itu ibarat bersin yang membersihkan sistem pernapasan kita, sesekali bersin itu wajar, tapi keseringan bersin atau tidak bersin meskipun hidung kemasukan merica, itu menandakan ada yang salah dengan sistem pernapasan kita.
Aria Turns
July 24, 2009 at 3:26 pm
Asal marah jangan jadi ajang pelampiasan aja tet, ujung-ujungnya nanti jadi suka marah biasanya.
luftix
July 26, 2009 at 11:06 pm