Ada Uang Abang Disayang, Tak Ada Uang ??
Apa coba jawabannya ?? Ya mangga, masing-masing orang beda-beda, tapi kebanyakan mah gak ada yang jawabannya “Alhamdulillah ..”. Biasanya kan kalau suami gak punya uang, istri ngambek kan ya. “Gimana sih abang nih, kerja atuh yang bener, cari uang yang banyak buat keluarga !!”.
Nah, pertanyaannya “Atas dasar apa itu istri memilih suaminya ??”. “Karena cinta donk !” … hehe … iya gitu ?? Trus kenapa kalau lagi ‘elit’ (ekonomi sulit) malah marah-marah ? Muncul pertanyaan, apa sih cinta itu ?? Sebenarnya itu istri cinta atau bogoh ??
Cinta menurut Allah SWT adalah suatu perasaan dimana kita akan selalu memberi, memberi, dan memberi tanpa pamrih apapun. Nah, kalau lagi ekonomi sulit trus marah-marah ke suami itu cinta bukan ?? Ya jelas bukan
. Itu mah bogoh, suka, atau apalah namanya yang intinya penuh dengan pamrih dan ego. Kalau memang cinta, gak ada tuh yang namanya marah-marah, karena apapun yang terjadi sang istri akan selalu berusaha memaklumi sang suami. Lagipula, uang itu kan ujian, dan ujian itu hak Allah SWT untuk menentukan kapan dan sebesar apa kita akan diuji dengan yang namanya uang. Jadi untuk apa khawatir, bekerja saja semaksimal mungkin, gak usah mikirin uang. Dan kalau memang kita paham bahwa uang itu ujian, untuk apa marah-marah atau sedih kalau gak punya uang ? Justru harusnya alhamdulillah, karena ujiannya berkurang, lebih enteng kan ya ??
Misal lagi. Pengen punya suami kaya atau biasa aja ? Dan kalau kekayaan itu trade off-nya adalah kualitas keislaman yang lebih kurang dibandingkan dengan yang biasa saja, pilih mana ?? Suka gak suka, biasanya banyak orang pilih yang lebih kaya kan ya, walaupun gak semua. Nah pertanyaannya, kenapa kita lebih memprioritaskan harta dan status dibandingkan keislaman ?? Jadi tuhan kita siapa ?? …….. “Tapi kan ini demi kebahagiaan kita, kalau hidup kita cukup kan kita lebih bahagia” … iya gitu ?? Kalau begitu, berarti hidup kita ditentukan oleh harta dan status donk, lalu siapa tuhan kita ?? Dan dengan begitu, kita kan yakin bahwa harta bisa memberikan kenyamanan hidup, dengan hidup nyaman kita jadi senang. Jadi sebenarnya motifnya adalah kesenangan, karena dengan harta kita bisa membeli banyak kesenangan. Lalu siapa tuhan kita ?? Dan kalau motif dasarnya (secara sengaja ataupun tidak) adalah kesenangan, apakah itu cinta ??
Nah, jadi pertanyaannya untuk kita, kalau ada uang abang disayang, kalau gak ada uang gimana ???
wah2, berat emang kalo dah ngomongin antara cinta dan uang, ga salah memang kalo istri menuntut haknya ke suawi berupa nafkah, dan kewajiban suami berusaha untuk memenhi kebutuhan istri dan keluarga, karena saat ini kebutuhan hidup ga lepas dari yang namanya uang jadi keterkaitan uang selama ini sanga erat sekali..
banyak uang bisa lebih bahagia??? IYA, tapi ga berati banyak uang hidup tentram… dengan keislaman lah kita bisa hidup tentram dunia akhirat (amin….)
so, Kejarlah duniamu seakan2 kamu hidup seribu tahun lagi dan Kejarlah Akhiratmu seakan-akan kamu mati besok….
syarip
August 4, 2009 at 12:36 pm